---
title: "Tentang Penulis: #26 Meninggalkan Semuanya Yang Ada Di Indonesia Dan Kembali Ke Hong Kong - OrangHongKong.com"
description: "Memberikan informasi tentang Hong Kong olah orang Hong Kong yang fasi bahasa Indonesia."
url: "https://oranghongkong.com/tentang-penulis/tentang-penulis-26-meninggalkan-semuanya-yang-ada-di-indonesia-dan-kembali-ke-hong-kong"
date: "2026-06-26T21:59:58+00:00"
language: "id-ID"
---

Detail   Kategori: [Tentang Penulis](https://oranghongkong.com/tentang-penulis)

##  Tentang Penulis: #26 Meninggalkan Semuanya Yang Ada Di Indonesia Dan Kembali Ke Hong Kong

    [ ![Harris Tsam](https://www.oranghongkong.com/images/team/vp1084511_finetuned_square.jpg) ](https://oranghongkong.com/tim-narasumber/author/harristsam "Harris Tsam")  By [Harris Tsam](https://oranghongkong.com/tim-narasumber/author/harristsam)  Harris Tsam   18.Nov    Dilihat: 1658

  ![Tentang Penulis: #26 Meninggalkan Semuanya Yang Ada Di Indonesia Dan Kembali Ke Hong Kong](https://www.oranghongkong.com/images/com_rsblog/2344.jpg)

 [ ![Harris Tsam](https://oranghongkong.com/images/team/vp1084511_finetuned_square.jpg#joomlaImage://local-images/team/vp1084511_finetuned_square.jpg?width=688&height=689) ](https://oranghongkong.com/tim-narasumber/author/harristsam)

[Harris Tsam](https://oranghongkong.com/tim-narasumber/author/harristsam)

Founder

Orang Hong Kong namun memiliki kedekatan budaya dengan Indonesia.

Pengalaman hidupnya di sana membuat Harris sangat fasih berbahasa Indonesia, hingga sering dikira sebagai warga lokal. Meski kini berkarier di Hong Kong, ia tetap aktif memantau berita dan tren terkini di Indonesia serta menjaga komunikasi erat dengan sahabat-sahabatnya di sana.

Melalui bisnis fotografi yang didirikannya pada 2018, Fotocatch, Harris berhasil memperluas jaringan relasi di berbagai lapisan masyarakat Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Di masa pandemi, Harris mendirikan Oranghongkong.com sebagai platform informasi Hong Kong dalam berbahasa Indonesia.

### Kemampuan Bahasa

- Kanton (Aksen/Bahasa Ibu)
- Bahasa Indonesia (Setara Penutur Asli)
- Inggris (Mahir)
- Mandarin (Menengah)
- Bahasa Melayu (Menegah)

### Negara &amp; Wilayah yang Pernah Dikunjungi

- Indonesia
- Jepang
- Korea Selatan
- Amerika Serikat
- Swiss
- Irlandia
- Inggris
- Tiongkok
- Jerman
- Islandia
- SIngapura
- Finlandia
- Selandia Baru
- Malaysia
- Norwegia
- Italia
- Vatikan
- Oman
- Taiwan
- Thailand

 <a href="" target="_Blank" title=""> </a>

Di artikel sebelumnya saya menceritakan bahwa saya, ayah dan adik perempuan saya diculik dan ditahan di tempat tahanan. Kemudian saya dan adik saya dapat dibebaskan, namun ayah saya harus tetap berada di tempat tahanan tersebut.

****Ayah saya terlebih dulu kembali ke Hong Kong dengan hanya mengenakan sandal jepit****

Seminggu kemudian, tanpa pemberitahuan terlebih dulu, ayah saya dipaksa untuk naik ke pesawat untuk terbang kembali ke Hong Kong. Pada waktu itu ayah saya tidak membawa apa-apa dan hanya mengenakan sandal jepit saja. Kemudian ibu saya menelepon salah satu saudara terdekat ayah di Hong Kong untuk menjemputnya di bandara Kai Tak Hong Kong. Ibu dan ayah saya tidak mau memberitahukan hal ini kepada nenek saya di Hong Kong karena kami masih mempunyai harapan kembali ke Indonesia dan beberapa alasan-alasan lainnya.

Pada waktu itu ibu saya, tante nomor 2 dan teman-teman ibu semua berusaha untuk membantu mengurus surat-surat kami agar dapat tetap tinggal di Indonesia, namun kekuasaan dari pihak yang melakukan kejahatan terhadap kami sangat kuat pada waktu itu, sehingga beberapa hari kemudian saya dan adik saya juga harus kembali ke Hong Kong. Ibu saya kemudian tetap berada di Indonesia dan mencari cara untuk mengurus kami kembali ke Indonesia.

<a class="eb-image-viewport"> ![](https://www.oranghongkong.com/images/easyblog_articles/2642/b2ap3_icon_pose_nakineiri_man.png) </a>

 ******Saya membawa adik perempuan saya yang masih 6 tahun kembali ke Hong Kong******

Beberapa hari kemudian, saya dan adik perempuan saya didatangi oleh orang-orang yang sebelumnya menculik kami dan mereka memaksa kami ke bandara untuk kembali ke Hong Kong. Pada waktu itu kami tidak membawa apa-apa, namun mereka yang membawa kami ke bandara memberi pesan kepada pramugari harus menjaga kami sampai tiba di Hong Kong. Ini merupakan pengalaman saya pertama kali naik pesawat tanpa orang tua dan saya harus menjaga adik perempuan saya yang masih berusia 6 tahun.

Penerbangan yang kami gunakan pada waktu itu adalah Royal Brunei Airlines dan transit di Bandar Udara Internasional Brunei untuk beberapa jam sebelum melanjutkan perjalanan ke Hong Kong dengan pesawat yang berbeda. Pada waktu itu kami hanya duduk diam di area transit karena saya tidak mau adik saya hilang. Ketika adik mau ke WC saya juga harus menemaninya.

<a class="eb-image-viewport"> ![](https://www.oranghongkong.com/images/easyblog_articles/2642/b2ap3_icon_family_ani_imouto.png) </a>

 ******Tiba di Hong Kong dan dijemput oleh ayah saya dan saudaranya******

Setelah tiba di Hong Kong, seorang petugas menjemput kami dan mengantar kami sampai bertemu dengan ayah saya dan saudaranya yang menjemput kami. Kemudian kami menginap di rumah saudara ayah tersebut di distrik Chai Wan selama 2 bulan lamanya.

<a class="eb-image-viewport"> ![](https://www.oranghongkong.com/images/easyblog_articles/2642/b2ap3_icon_father_kids2.png) </a>

 ******Dua minggu kemudian Ibu saya menyusul kembali ke Hong Kong******

Ayah saya menangis setiap hari dan menelepon agar ibu saya juga ikut kembali ke Hong Kong. Lalu ibu menyerahkan semua urusan kepada tante nomor 2 dan teman-teman lainnya dan berangkat ke Hong Kong 2 minggu setelah saya dan adik kembali ke Hong Kong.

<a class="eb-image-viewport"> ![](https://www.oranghongkong.com/images/easyblog_articles/2642/b2ap3_icon_mother_nagusameru.png) </a>

 ********Diusir oleh saudara ayah dari rumah mereka********

Ketika kami kembali ke Hong Kong, saya sudah merasa ada perbedaan sikap dari saudara-saudara ayah. Anak dari saudara ayah yang masih berusia 7 tahun juga sangat nakal dan jahat terhadap saya dan adik saya dengan kata-kata memfitnah di depan orang tuanya.

Sewaktu ayah masih mempunyai harta, sikap mereka sangat menghormati ayah saya sebagai kakak sepupunya. Namun setelah keadaan ayah saya seperti itu, mereka juga sikapnya berubah dan pada akhirnya meminta kami keluar dari rumah mereka. Dan pada akhirnya ibu menghubungi kakak laki-laki yang ada di Hong Kong dan meminta menginap sementara di rumah mereka di Tsing Yi sambil menunggu kabar dari tante nomor 2.

## Schema

```json
{
    "@context": "https://schema.org",
    "@type": "BreadcrumbList",
    "itemListElement": [
        {
            "@type": "ListItem",
            "position": 1,
            "name": "Home",
            "item": "https://oranghongkong.com"
        },
        {
            "@type": "ListItem",
            "position": 2,
            "name": "Tentang Penulis",
            "item": "https://oranghongkong.com/tentang-penulis"
        },
        {
            "@type": "ListItem",
            "position": 3,
            "name": "Tentang Penulis: #26 Meninggalkan Semuanya Yang Ada Di Indonesia Dan Kembali Ke Hong Kong",
            "item": "https://oranghongkong.com/tentang-penulis/tentang-penulis-26-meninggalkan-semuanya-yang-ada-di-indonesia-dan-kembali-ke-hong-kong"
        }
    ]
}
```
